Pengunaan Video Tutorial dalam Proses Pembelajaran di SMK

Pada era reformasi saat ini dunia pendidikan di Indonesia pun tidak luput dari perubahan yang cukup pesat. Perubahan undang-undang guru dan dosen yang semakin menuntut profesionalitas sampai kebijakan transformasi paradigma pendidikan, dari semula lebih baik masuk ke Sekolah Menengah Umum (SMU) menjadi jargon Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bisa.

SMK diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja namun juga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meningkatkan kompetensinya. Peranan tersebut dapat dengan baik diperankan oleh SMK jika didukung oleh beberapa faktor pembentuk peran tersebut, diantaranya guru, proses pembelanjaran, sarana dan prasarana, ketiga faktor tersebut saling berkaitan.

Dengan kurikulum SMK yang mengharuskan praktek harus lebih banyak dari pada teori yaitu 70% praktek dan 30 % teori. Terutama dalam praktek memerlukan kreatifitas guru dalam mengunakan media yang efektif  dan efesien. Media belajar ini juga bisa membuat siswa yang lebih aktif, bukan hanya guru yang aktif. Media dalam dunia pendidikan biasanya di sebut media pelajaran yang artinya adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, kaset, dan video adalah contoh-contohnya. Media video merupakan salah satu media gambar gerak yang disertai suara. Pengunan media ini akan dapat memberikan pengalaman yang lebih dibandingkan media yang lainnya karena pada saat media di gunakan ada dua indera yang berperan secara bersaman yaitu indera pengelihatan dan indera pendengaran.

Kelebihan media video pembelajaran ketika digunakan sebagai media pembelajaran di antaranya menurut Nugent (2005) dalam Smaldino dkk. (2008: 310), video merupakan media yang cocok untuk berbagai media pembelajaran, seperti kelas, kelompok kecil, bahkan satu siswa seorang diri sekalipun. Pengunaan video pembelajaran model tutorial sangat cocok untuk mengajarkan berbagai macam pembelajaran yang bersifat praktek. Hasil penelitian Francis M. Dwyer menyebutkan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Disisi lain berdasarkan pengamatan terhadap kemampuan manusia dalam menerima dan mengingat informasi yang diterimanya, menurut Riset Computer Technology Research (CTR) :

  • Manusia mampu mengingat 20 % dari apa yang dia lihat
  •  Manusia mampu mengingat 30% dari yang dia dengar
  • Manusia mampu mengingat 50% dari yang didengar dan diliha
  •  Manusia mampu mengingat 70% dari yang dia lihat, didengar dan dilakukan.

Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam pembelajaran adalah:

  • Dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli
  • Demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya
  • Menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang

Pada ranah psikomotorik, video tutorial  memiliki keunggulan dalam memperlihatkan bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya dalam mendemonstrasikan bagaimana cara membuat brosur mengunakan corel draw, membuat web di macromedia flash, atau membuat efek dalam film mengunakan adobe after effect dan lain sebagainya. Semua itu akan terasa lebih simpel, mendetail, dan bisa diulang-ulang. Video tutorial pembelajaran yang merekam kegiatan motorik siswa juga memberikan kesempatan pada mereka untuk mengamati dan mengevaluasi kerja praktikum mereka, baik secara pribadi maupun feedback dari teman-temannya. Media ini juga dapat meningkatkan kompetensi interpersonal, video tutorial memberikan kesempatan pada mereka untuk mendiskusikan apa yang telah mereka  saksikan.

Selain kelebihan, video tutorial juga memiliki kekurangan, di antaranya: sebagaimana media audio-visual yang lain, video tutorial juga terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut; pemanfaatan media ini juga terkesan memakan biaya tidak murah, dan penanyangannya juga terkait peralatan lainnya seperti videoplayer, layar bagi kelas besar beserta LCDnya, dan lain-lain.

Video merupakan teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang meliputi gambar gerak dan suara. Piranti yang berkaitan dengan video adalah playback, storage media (seperti pita magnetik dan disc), dan monitor. Agar mampu memanfaatkan video sebagai alternatif media untuk pembelajaran, ada baiknya kita mengetahui  piranti media video ini, di antaranya:

  • Video Pita Magnetik (Video Tape Recorder [VTR], Video Cassette Recorder [VCR], dan Mini-DV)
  • Video Disc, Video Compact Disc (VCD) Digital Video/Versatile Disc (DVD)
  •  Handycam

Bila kita ingin menggunakan media video untuk pembelajaran (video tutorial),  akan lebih baik kalau kita memproduksinya sendiri, karena sebagai pengajar, kitalah yang mengerti topik dan kompetensi yang dituju, sehingga media video sesuai dengan yang diinginkan. Berikut ini kami tampilkan tips mudah membuat sendiri video pembelajaran :

  • Buat skenario (skrip) sederhana untuk menggambarkan alur cerita dan gambar yang nantinya tampil dalam video pembelajaran.
  • Sediakan perangkat keras berupa : peralatan video camera (camcorder) lengkap dengan media penyimpanannya (MiniDV, Hi-8, Digital 8, DVD atau HDD), laptop/notebook atau komputer untuk mengolah dan mengedit video hasil perekaman, kabel FireWire (IEEE1394) atau USB sebagai media transfer video dari kamera ke komputer.
  • Lakukan pengambilan gambar menggunakan camcorder.
  • Berikutnya set kamera pada mode Play, kemudian hubungkan kamera ke komputer menggunakan kabel FireWire ataupun USB. Pastikan komputer telah mendeteksi kamera yang kita sambungkan.
  • Gunakan aplikasi video editing seperti Windows Movie Maker untuk melakukan pengolahan video.

Permasalahan di dunia pendidikan Indonesia terutama sekolahan kecil, biasanya adalah  masalah sarana dan prasarana, Kalo kita tidak mempunyai peralatan yang memadai, kita sebagai guru harus kreatif,  kita bisa mengunduh  Video tutorial  di youtube  yang sesuai dengan materi yang akan kita ajarkan ke siwa/i atau kita bisa buat sendiri video tutorial dengan mengunakan software camstudio atau utipu. Misalkan dengan software camstudio atau utipu SMK Jurusan Multimedia bisa membuat video tutorial dengan PC yang support multimedia yang di dukung oleh beberapa software pendukung lainnya seperti microsoft office, photoshop, corel draw, adobe audition, adobe premier dan adobe after effects dan Microphone untuk membuat sebuah video tutorial.

Menurut saya pengunaan video tutorial sangat efektif dan efisien dalam proses pembelajaran di SMK yang lebih mengedepankan praktek dibandingkan dengan teori. Hal ini juga dikarenakan manusia mampu mengingat 70% dari yang dia lihat, didengar dan dilakukan. Dengan mengunakan video tutorial membuat murid lebih aktif di bandingkan dengan gurunya, karena memang proses pembelajaran saat ini lebih mengutamakan keaktifan siswa. Pengunaan video tutorial ini juga membuat guru dan siswa/i lebih kreatif, karena dapat memanfatkan teknologi yang tersedia.

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s