Perubahan Iklim (Penyebab dan Solusinya)

(Juara 3 kategori Guru dalam lomba artikel yang bertemakan pengaruh perubahan iklim terhadap konservasi alam yang diadakan forum Badak Indonesia pada tanggal 19 Desember 2010 sampai dengan 23 Januari 2011)

Akhir-akhir ini kita sering mendengar isu-isu mengenai perubahan iklim di media cetak maupun di media elektronik, seperti hujan deras telah melanda beberapa bagian wilayah Australia sejak pekan lalu. Hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi ini seusai badai tropis Laurence melanda wilayah Australia. Beberapa kota di Australia bahkan terputus akses wilayahnya. Jumlah korban tewas akibat banjir di Australia mencapai  13 orang (detik.com, 2010). Terjadi badai salju di Eropa, sebagian besar wilayah tertutup salju, yang mengakibatkan penundaan penerbangan, gangguan transportasi umum, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Bandara Inggris, kereta api, bis dan jalan semua lumpuh, ribuan sekolah ditutup. Di Italia, cuaca buruk terjadi di beberapa daerah, yang mengakibatkan 3 orang meninggal (kompas.com, 2010). Straits Times melansir, pencairan es di Greenland tahun 2010 lebih banyak dua kali lipat dibandingkan yang terjadi selama tiga dekade terakhir. Hasil penelitian itu dipublikasikan pada jurnal Environmental Research Letters. Terjadinya iklim ekstrim di indonesia, suhu udara semakin dingin dan lembab pada malam hari, sementara pada siang hari panasnya semakin menyengat. Kadang kala cuaca yang panas terik tiba-tiba berubah menjadi mendung tapi tidak hujan, meski nampak mau hujan namun tiba-tiba cuaca kembali berubah panas terik. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak penulis seperti, apakah ini yang dimaksud dengan perubahan iklim?, Mengapa perubahan iklim bisa terjadi? , Apa penyebabnya terjadinya perubahan iklim dan bagaimana solusinya untuk menghadapi perubahan iklim?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita harus mengetahui dulu yang dimaksud dengan perubahan iklim, definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. IPCC/ Intergovernmental Panel on Climate Change (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.

Hasil kajian IPCC memastikan bahwa perubahan iklim global terjadi karena atmosfer bumi dipenuhi oleh gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana, yang dihasilkan oleh manusia. Gas karbondioksida terjadi akibat proses pembakaran bahan bakar fosil dengan tujuan untuk menghasilkan energi dan juga akibat kebakaran hutan. Sementara gas metana terjadi akibat aktivitas pembuangan sampah.

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.

Salah satu penyumbang gas karbon dioksida adalah hasil pembakaran kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Untuk Propinsi Jawa Barat saja jumlah kendaraan per 30 Juni 2010 sebanyak 8,9 juta (kendaraan roda 2 dan roda 4) dan tentu saja emisi yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor tersebut sangatlah besar. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan jalan yang ada membuat kemacetan semakin parah terutama di kota-kota besar seperti jakarta, hal ini merupakan pemborosan penggunaan bahan bakar minyak.

Semakin berkurangnya lahan hijau yang digunakan untuk pembangunan perumahan, gedung dan pusat pembelanjaan atau mall. Padahal lahan hijau penting karena tumbuh-tumbuhan mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer. Padahal menurut undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang tata ruang dan wilayah, 30 persen Undang-undang tersebut mencantumkan bahwa setiap kota dalam rencana tata ruang diwajibkan untuk mengalokasikan sedikitnya 30% dari ruang atau wilayahnya untuk lahan hijau, dimana 20% diperuntukan bagi lahan hijau publik yang merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah kota dan digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum, serta 10% diperuntukan bagi RTH private pada lahan-lahan yang dimiliki oleh swasta atau masyarakat.

Solusi mengenai masalah-masalah mengenai perubahan iklim tidak selalu menutut peran negara, tetapi kita sebagai warga negara dapat melakukan hal-hal yang kecil tapi punya mafaat yang besar dalam masalah perubahan iklim. Solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan menanam pohon di perkarangan rumah kita atau di lingkungan rumah kita, tidak mengunakan kendaraan pribadi tetapi menggunakan kendaraan umum supaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti mengurangi pengunaan bahan-bahan yang tidak dapat di daur ulang (seperti plastik).

1 Komentar

Filed under Lingkungan

One response to “Perubahan Iklim (Penyebab dan Solusinya)

  1. mbojosouvenir

    nice info, semoga ini memberi kesadaran kepada seluruh umat manusia Amiin
    silahkan jalan2 ke weblog kami yah🙂
    http://mbojosouvenir.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s