ALIANSI AMERIKA SERIKAT-TAIWAN MASA PEMERINTAHAN CLINTON

A. PENDAHULUAN

Awal sejarah aliansi Amerika-Taiwan terjadi sejak akhir perang korea yang terjadi dari tahun 1950-1952, Amerika mersa berkepentingan akan masa depan yang damai di kawasan Asia Pasifik. Ini dapat dilihat dari kebijakan Presiden Harry Truman (1945-1953) untuk mengirim armada ke-7 Amerika ke selatan Taiwan dan menetralisir keadaan disana serta melindungi Taiwan dari kemungkinan serangan komunis walaupun sebenarnya RRC belum turut dalam pertempuran itu. Truman sedah menyatakan bahwa tidak diragukan lagi komunis akan menggunakan berbagai macam cara baik subversif maupun serangan bersenjata untuk menaklukan negara-negara bebas sehingga menggangu ketertiban dan keamanan dunia.

Kebijakan tidak terlibat Harry Truman (1945-1953) berubah menjadi kebijakan yang terlibat dan Taiwan dianggap sebagai aliansi Amerika. Pernyataan itu juga merubah status pemerintah Chiang dan status taiwan. Taiwan kini mendapat status negara merdeka yang berdaulat dan dinyatakan sebagai wakil yang sah di PBB. Amerika yang merupakan pemegang hegemoni kekuatan di dunia tampaknya mengnggap tidak akan pernah membutuhkan RRC sebagai kekuatan penompang. Kebijakan terlibat Truman membuat Taiwan sebagai mata rantai yang penting, dalam garis pertahanan Amerika di Pasifik Barat. Karena itu Amerika kemudian membentuk Military Advision Assisten Group to Taiwan pada tahun 1951 yang membantu pertahanan Taiwan. Pada pertengahan tahun1951, Amerika mengakolasikan bantuan militer kepada Taiwan sejumlah lima puluh juta dollar Amerika dan menyediakan bantuan ekonomi sebanyak empat puluh dua juta dollar Amerika. Kebijakan itu merupakan bagian dari strategi Amerika untuk membendung meluasnya kekuatan komunis di Asia. Kedua, dengan segera mengambil kebijakan untuk melindungi Taiwan dari kemungkinan jatuh ke tangan kelompok komunis Cina (RRC).

Aliansi Amerika dan Taiwan di perkuat oleh Jendral Dwight Eisenhower (1953-1961) melalui penandatangan perjanjian pertahanan bersama Amerika Serikat- Taiwan pada tanggal 2 Desember 1945 yang menyatakan setiap serangan bersenjata ke wilayah Taiwan adalah juga merupakan serangan bersenjata ke wilayah Amerika Serikat. Dan karena itu Taiwan adalah bagian penting dari strategi pertahanan Amerika Serikat di Asia Pasifik maka Amerika Serikat wajib melindungi Taiwan dan memberikan bantuan kepada setiap serangan yang ditujkan ke Taiwan. 1

Karena perjanjian pertahanan bersama Amerika Serikat – Taiwan ini hanya menyebutkan pulau Formasa dan Pescadores dan Metsu yang juga berada di bawah kekuasaan Taiwan tidak termasuk didalamnya, maka RRC pada akhir tahun 1954 melakukan penyerangan ke Kinmen. Amerika serikat walaupun secara resmi tidak bertanggung jawab atas pulau itu karena tidak termasuknya pulau Kinmen dalam perjanjian pertahanan bersama tetap memberikan bantuan kepada Taiwan karena berpendapat kalau pulau itu penting bagi pertahanan Taiwan, maka ia juga penting bagi garis pertahanan Amerika Serikat di Asia.

Akibat serangan itu ternyata malah mempererat aliansi Amerika Serikat dengan Taiwan, karena itu Eisenhower mengajukan suatu resolusike Kongres Amerika Serikat yang berisi diberikan kewenangan pada presiden Amerika Serikat demi melindungi Taiwan. Resolusi ini yang diberi nama Formosa Resolution di terima dengan suara bulat di Kongres pada 29 Januari 1955. 2

Dukungan Kongres kepada kebijakan yang diambil pihak eksekutif, tidak hanya terlihat dari terimanya seluruh perjanjian yang telah disepakati oleh Amerika Serikat saja, tetapi juga melalui pernyataan yang mendukung dan memperkuat langkah yang telah ditempuh pihak eksekutif, salah satu contohnya dapat telihat ketika pada tanggal 9 Februari 1955 senat Amerika menyetujui belakunya perjanjian pertahanan bersama Amerika Serikat – Taiwan. Dasar yang melandasi diterimanya perjanjian itu adalah karena senat menganggap Taiwan adalah kesatuan mata rantai yang integral dari garis pertahanan pantai Amerika Serikat yang berawal dari Akutians sampai ke Filipina. Penerapan langsung dari perjanjian pertahanan bersama itu adalah dibentuknya Komando Pertahanan Taiwan pada tahun 1955 oleh Amerika Serikat dan diberikannya bantuan kepada Taiwan dalam menghadapi RRC ketika terjadi krisis di lepas pantai pulau Kinmen tahun 1958.

__________________________

1 Syaril Sadikin,” Ada kemungkinan RRC bersikap lebih lunak dalam menghadapi soal Taiwan, dalam Sinar Harapan (Jakarta, 30-11-1983) Hal.8. isi perjanjian, The Taiwan issue hal. 251-253.

2 John Tierney Jr, About Face to China, 1971, h. 130

Kongres yang selalu meperkuat pandangan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan Taiwan, memperkuat kebijakan yang di ambil pihak eksekutif dengan menerima 17 resolusi antara tahun 1954-1960 yang berisi ketidak setujuan dan menghalangi kemungkinan diterimanya RRC di PBB.

Naiknya Presiden J.F. K ennedy (1967-1963) ke kedudukan Presiden Amerika Serikat tidak membawa perubahan-perubahan yang berarti. Walaupun ia pernah menyuarakan sikap yang sedikit pro RRC, ketika ia menyatakan diperkuatnya kekuatan RRC di pulau Kinmen bukanlah merupakanancaman bagi keamanan Taiwan, melainkan terjadi karena kesalahan Chiang Kaishek sendiri, karena memperkuat kekuatan tentara nasionalis di pulau Kinmen melebihi kebutuhan.3

Kebijakan Amerika Serikat yang melindungi Taiwan diwujudkan dalam bentuk bantuan-bantuan ekonomi, politik atau militer yang diberikan kepada Taiwan. Bantuan-bantuan yang diberikan Amerika dibalas oleh Taiwan dengan mendukung kehadiran Amerika Serikat di China, juga melakukan pemantauan di Cina daratan (RRC) bagi Amerika Serikat. Dalam bidang politik Taiwan selalu mengambil sikap yang sama dengan Amerika Serikat. Di PBB Taiwan selalu mendukung pendapat atau resolusi yang diajukan Amerika Serikat.

Namun normalisasi hubungan Amerika-RRC. Untuk itu mereka bersedia berkompromi dalam persoalan Taiwan. Amerika bersedia mengkaji ualng bahkan membatalkan beberapa kebijakan sebelumnya, demi memenuhi persyaratan yang diajukan RRC sebagai kondisi normalisasi hubungan Amerika- RRC. Termasuk diantaranya menunda hubungan dengan Taiwan, memindahkan pasukan Amerika dari kepulauan ini dan dan mengakhiri Mutual Defence Treaty yang mengikat hubungan Amerika- Taiwan sejak akhir perang korea.

Menghadapi situasi setelah normalisasi, Kongres Amerika yang merasa khawatir akan masa depan keamanan Taiwan menginginkan jaminan bahwa yang ada bisa tetap dipertahankan, walaupun tanpa pengakuan diplomatik. Untuk itu diciptakan Taiwan Relation Act (TRA) yang isinya kurang lebih jaminan bagi hubungan perdagangan, pertukaran antara masyarakat, dan berkelanjutan bagi transfer persenjataan dengan kategori defensive character untuk menjamin kemampuan diri Taiwan dan tetap akan mempertahankan hubungan tidak resmi dengan pemerintahan Taiwan sampai sekarang. Dalam kampanyenya pada tanggal 25 Agustus 1980, Ronald Reagan (1980-1988) menyatakan bahwa TRA membberikan dasar bagi aliansi antara Amerika-Taiwan.

___________________

3 ibid, h. 130.

B. POKOK PERMASALAHAN

Bagaimana aliansi militer Amerika Serikat- Taiwan dapat dipertahankan secara simetris ini?

Ada dua faktor yang memperkuat aliansi Amerika Serikat – Taiwan, yaitu faktor-faktor internal dan faktor eksternal. Faktor faktor internal adalah kepentingan ekonomi, politik, keamanan, sedangkan faktor eksternalnya adalah potensi ancaman RRC.

C. KERANGKA PEMIKIRAN

Jack C Plano dan Roy Olton (1991) memberikan definisi yang lebih spesifik tentang aliansi. Mereka mengatakan bahwa :

Aliansi adalah suatu bentuk persetujuan formal antara dua Negara militer

Jika salah satu Negara yang menjadi anggota perjanjian tersebut di

Serang Oleh pihak lawan dan tujuan lainnya untuk mengembangkan

Kepentingan bersama4.

Alasan pembentukan aliansi berkaitan erat dengan :

1. kebutuhan domestik, dalam hal ini adalah kepentingan-kepentingan AS dan Taiwan, seperti kepentingan ekonomi, politik, kepentingan keamanan.

2. Adanya presepsi ancaman bersama5, dalam hal ini adalah potensi ancaman RRC.

“ Symetric alliances, where each party gains the same type of benefit, are also possible. Two major power interest may be sufficiently close for them to from an alliances where they both gain security (if interest in the satus quo match) or autonomy (if their interest in changing the status quo complement one another), provide that the cost in the other is not too high,”6

suatu aliansi dikatakan simetris jika masing-masing Negara memiliki

keuntungan yang sama. Kepentingan-kepentingan dua negara memiliki

keuntungan yang sama mungkin saling mencukupi untuk dapat membentuk

aliansi dimana keduanya mendapatkan keamanan (jika kepentngan-

kepentingan mereka cocok atau memiliki kesamaan dalam mempertahankan

status quo) atau otonomi (jika kepentingan mereka dan mengubah status

quo saling melengkapi satu sama lain), dengan syarat bahwa kerugian yang

mungkin ditimbulkan akibat keadaan simestris ini tidak terlalu besar.

____________________________

4 Jack C. Plano & Roy Olton, Op. cit., h.169. / Encyclopedia American (Internasional Edision), hal. 596-598, terj. Wawan Juanda (Bandung : Putra Abardin, 1991).

5 K.J. Holsti, Politik Internasional : Kerangka Analisa, penterj. Efin Suidrajat, et al (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya), 1987. hal. 152

D. ANALISA

Menurut Holsti alasan pembentukan aliansi berkaitan erat dengan :

1. Menurut domestik, dalam hal ini adalah kepentingan ekonomi, kepentingan –

kepentingan Amerika dan Taiwan, seperti : kepentingan ekonomi, kepentingan

keamanan dan kepentingan polotik.

2. Adanya presepsi ancaman bersama, dalam hal ini adalah potensi ancaman RRC.

Dalam pembentukan aliansi Amerika serikat – Taiwan dipengaruhi faktor Internal dan eksternal, dalam hal ini faktor internalnya adalah kepentingan pemerintahan Amerika terhadapTaiwan seperti : kepentingan politik, ekonomi, militer dan ideologi, karena kepentingan – kepentingan nasional inilah yang mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika. Faktor eksternalnya adalah serangkaian aksi yang dilakukan oleh negara lain di anggap sudah sampai pada tingkat yang paling membahayakan yang di maksud di sini adalah RRC.

1. Faktor-Faktor Internal Yang Memperkuat Aliansi Amerika – Taiwan

a. Kepentingan Ekonomi

Faktor penting yang membuat Amerika melakukan aliansi dengan Taiwan juga dengan negara-negara Asia Timur seperti : Jepang dan Korea Selatan. Karena kawasan Asia menyediakan pangsa pasar yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi Amerika sehingga kepentingan ekonomi Amerika di kawasan ini didasarkan pada kenyataan bahwa Asia merupakan potensi ekonomi bagi pemasaran produk-produk Amerika. Terlebih setelah berakhirnya Perang Dingin, Amerika merencanakan keamanan ekonomi sebagai inti dari kebijakan luar negerinya.

Untuk itu Amerika harus menata kembali ekonomi dalam negerinya yang terkuras untuk membiayai pengeluaran militer dan pemberin perlindungan terhadap aliansi-aliansi Amerika termasuk Taiwan pada masa Perang Dingin dan menjadikan perdagangan sebagai prioritas kebijakan ekonomi Amerika dengan meningkatkan koordinasi ekonomi di antara negara-negara yang memiliki kekuatan industri serta melancarkan ekspansi ke negara – negar berkembang, terutama Asia Timur yang saat ini merupakan perluasan bagi ekspor Amerika.

Dengan kenyataan bahwa Asia – Pasifik merupakan kawasan yang memberikan keutungan ekonomi yang besar, maka Amerika berusaha untuk menciptakan interdepedensi dengan Asia melalui Surplus perdagangan. Selama lebih dari 15 tahun., Asia timur telah melewati Eropa dalam hal Partner dagang Amerika dan tahun1992 Asia Timur menyerap hampir sepertiga dari total Ekspor Amerika yang seluruhnya berjumlah 422 milliar US dollar.

______________________________

6 James D Morrow, Aliances and Assymetry : An Alternative to the Capability Aggretion Model of Alliances, hal. 909

Amerika mempunyai kepentingan yang sangat besar terhadap Taiwan, karena Taiwan menempati urutan kelima mitra dagang terbesar Amerika. Sekitar sejuta warga Amerika pernah disana, dan sekitar 10.000 warga negara Amerika di sana untuk bisnis dan alasan-alasan lainnya. Amerika merupakan investor terbesar bagi Taiwan dengan jumlah 1,15 milliar US dollar pada tahun 2000. Total investasi Amerika di Taiwan bejumlah 7,74 milliar US dollar. Sedangkan di akhir tahun 2000 investasi Taiwan di Amerika berjumlah 3,22 milliar US dollar dan keuntungannya dari investasi yang mengalir ke Amerika pada tahun 2000 sebanyak 186 juta US dollar.

Amerika merupakan penyuplai penting mesin-mesin listrik dan peralatannya, peralatan transportasi, peralatan ilmiah, produksi kimia ke Taiwan. Amerika sebagai jaringan ekspor produk pertanian ke Taiwan. Pada akhir tahun 2000 Taiwan merupakan pasar penjualan terbesar ke lima untuk Amerika. Sebaliknya Taiwan barang manufaktur seperti mesin ke Amerika. Pada akhir tahun 2000 Amerika mengimpor terbesar bagi Taiwan termasuk mesin office procesing data, mesin –mesin listrik dan peralatannya, peralatan telekomunikasi, peralatan recording, pakaian dan aksesorisnya.

Pada tahun 2000 sampai tahun 2001 volume perdagangan kedua negara itu mengalami peningkatan. Taiwan merupakan partner terbesar ke delapan dalam perdagngan pada tahun 2000, menempati peringkat ke sepuluh dari ekspor Amerika dan kedelapan dalam impor. Ekspor Amerika ke Taiwan berjumlah 16,6 juta US Amerika dari Taiwan yang berjumlah 33,3 juta US dollar, turun dari 40,4 juta US dollar pada tahun 2000. sehingga perdagangan Amerika mengalami defisit dengan Taiwan sebanyak 16,6 juta US dollar pada tahun 2001.

Walaupun mengalami penurunan dalam volume perdagngan dari tahun 2000 sampai 2001, khususnya penurunan perdagangan hasil pertanian. Total jumlah ekspor pertanian Amerika berkurang sebanyak 31 persen antara tahun 1995 dan 2001, berkurang dari 3,3 milliar US dollar pada tahun 1995 menjadi 2,3 milliar US dollar pada tahun 2001. impor pertanian dari Taiwan berkurang pada periode itu juga, dari 600 juta US dollar pada tahun 1995 menjadi 540 US dollar pada tahun 2001. amerika mengekspor produk pertanian ke Taiwan terutama komediti, seperti : gandum, padi, kacang kedelai, dan kapas. Amerika mengimpor hasil pertanian dari Taiwan berupa makanan snack, buah-buahan dan sayur-sayuran. Amerika juga mengimpor ikan laut dari Taiwan. 8

Kebanyakan investasi Amerika di Taiwan dipusatkan pada sektor manufaktur khususnya elektronik dan bahan kimia, tetapi juga perdagngan besar-besaran, keuangan, asuransi, dan real estate. Besarnya modal Amerika yang mengalir ke Taiwan berjumlah 1,15 milliar US dollar pada tahun 2000, dan di akhir tahun 2000 total investasi Amerika di Taiwan berjumlah 7,74 milliar US dollar.

____________________________

8 U.S.-Taiwan FTA : Likely Economic Impact of a free trade Agreement Betweent the United States and Taiwan, h. 1, http ://usinfo.state.gov, h. 3

Investasi Taiwan di Amerika juga dipusatkan pada manufaktur (khususnya bahan kimia dan mesin) dan lembaga keuangan, perdagangan besar-besaran dan jasa. Di akhir tahun 2000, investasi Taiwan di Amerika berjumlah 3,22 milliar US dollar dan keuntungan dari modal yang mengalir ke Amerika pada tahun 2000 sebanyak 186 juta US dollar.9

Amerika memberlakukan tarif rendah sebesar 2,8 persen dalam melakukan hubungan dagang dengan Taiwan. Walaupun, jumlah tarif tinggi tetap diberlakukan di beberapa produk dalam produksi unggas, jeruk, tekstil, pakaian dan truk.

b. Kepentingan Politik

Aliansi Amerika dengan Negara-negara Asia Timur termasuk Taiwan, karena Amerika sebagai nugara adidaya tunggal berkepentingan untuk menjaga kelangsungan pengaruhnya terhadap Negara-negara di dunia dan masalah-masalah internasional. Instrument-instrumen untuk mencapai tujuan nasional tersebut digunakan oleh Amerika dalam rangka tetap menancapkan pengaruh internasionalnya yang dianggap sangat berpengaruh terhadap upaya-upaya mencapai, mempertahankan ataupun melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi, keamanan, dan sosial, dengan isu-isu demokrasi dan perdagangan bebas menunjukkan besarnya perhatian pemerintah Amerika dan kepentingan Negara tersebut terhadap upaya-upaya yang menyebarkan kedua nilai tersebut.

Keikutsertaan pasukan Amerika dalam operasi-operasi pemulihan dan penjagaan PBB, kerap dilandasi oleh pertimbangan-pertimbangan politis dan ideologis yang dianut oleh bangsa Amerika tersebut. Amerika sangat berkepentingan untuk terus memainkan peran aktif dalam penyelesaian masalah regional dan meningkatkan pengaruh politiknya, sekaligus menjamin tatanan dunia yang kondusif bagi demokrasi dan perdagangan bebas.

Amerika terus mempromosikan model demokrasi Amerika dan HAM. Pelaksanaan terhadap usaha ini mendapatkan perlawanan dari negara-negara berkembang tidak mengurangi dan menghentikan usaha tersebut. Presiden Clinton mengungkapkan secara khusus bahwa Amerika akan mendorong perdamaian dunia dan demokrasi melalui peningkatan perdagangan. Instrumen lain yang digunakan oleh Amerika adalah dengan memberikan bantuan luar negeri dalam bidang ekonomi dan keamanan terhadap negara-negara yang dianggap menjadi kepentingan nasional Amerika, kerp dikaitkan dengan upaya melakukan demokratisasi, penghormatan terhadap HAM, menciptakan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean goverment), melakukan pembangunan kelembagaan (institusi building), penegakan supremasi sipil (civilian supremacy), dan menghukum para pelanggaran HAM, terutama yang berkategori pelanggaran HAM berat (gross of human rights).

__________________

9 Ibid., h.4.

Amerika melakukan aliansi dengan Taiwan, karena Taiwan menjadi salah satu Negara yang paling demokratis di Asia Timur. Perkembangan ini bisa dilihat dari adanya kebebasan pers, tidak adanya tahanan politik, dan sebuah parlemen yang presentatif yang di pilih melalui pemilu yang multi partai. Dan yang jelas demokrasi di Taiwan berjalan tanpa adanya pelanggaran HAM.

c. Kepentingan Pertahanan dan Keamanan

Demi menghadapi masalah-masalah dan mempertahankan kepentingan nasionalnya, yakni meningkatkan stabilitas regional dan internasional, mencegah dan mengurangi konflik dan ancaman, dan menangkal agresi dan pengunaan kekerasan. Amerika harus melakukan respon terhadap semua bentuk krisis ini dengan cara siap menangkal agresi yang muncul, dan meningkatkan kekuatan militer. Termasuk meningkatkan hubungan dengan aliansi-aliansinya, termasuk dengan Taiwan.

Amerika mau melakukan aliansi dengan Taiwan dipengaruhi oleh faktor kepentingan keamanan. Karena kebijakan baru Amerika, terutama ketika Bill Clinton terpilih menjadi presiden Amerika menggantikan Goerge Bush lebih ditekankan kemasalah ekonomi diiringi oleh pengembangan HAM. Demokratisasi ke seluruh dunia sebagai pijakan utamanya. Pengurangan dan peninjauan kembali kehadiran militer Amerika dikawasan Asia Pasifik dilakukan setelah Uni Soviet tidak ada lagi, namun ancaman baru terhadap stabilitas dan keamanan Asia Pasifik Pasca Perang Dingin ada beberapa argumentasi mengapa Amerika untuk tetap mempertahankan kehadiran militer di kawasan ini.

Pertama, meningkatnya kekuatan militer jepang secara signifikan guna melindungi keamanan negaranya seiing berkurangnya kehadiran militer Amerika. Peningkatan ini sangat beralasan, dimana Jepang mengkuatirkan aktivitas politik RRC yang semakin itensif. Kedua, Amerika memprediksi adanya asumsi bahwa Taiwan dan Korea Selatan akan tetap melanjutkan kebijakan pembendungan dari pengaruh RRC atau bekas Uni Soviet. Ketiga, bangsa-bangsa Asia Tenggara berusaha keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk mempercepat peningktan kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu memerlukan jaminan stabilitas keamanan sosial politik yang maksimal guna menangkal ancaman dari luar. Amerika juga melihat RRC berusaha untuk menggantikan peran Uni Soviet pada erav Perang Dingin di kawasan Asia pasifik, sehingga kehadiran militer Amerika berfungsi sebagai ”balancing” terhadap ancaman RCC.10

______________________________

10 Yuan-Li wu, U.S. Policy and Strategi Interest In Western Pasific (New York, Russak & Company, Inc., 1990), h. 191-193.

Tidak semua faktor itu mempengaruhi perkembangan msa depan Asia Pasifik sehingga Amerika lebih mudah mengawasinya. Bagaimanapun juga kebijakan Amerika akan mempengaruhi presepsi dan respon negara lain, di mana kekuatan Amerika sangat menentukan di kawasan ini. Dalam hal ini harus dipertimbangkanbeberapa aspek penting kebijakan Amerika dan membangun kepercayaan di mata para aliansinya sebagai usaha untuk mempengaruhi presepsi-presepsi aliansi-aliansinya, termasuk Taiwan. Kedua penggunaan konsep ”total force” yang bisa mempengaruhi secar psikologis ”bargaining position” sekutu-sekutu Amerika untuk memberikan jaminan jangka panjang kepentingan Amerika demi keamanan dan kesejahteraan mereka. Dimasukan rencana ”total force” antara Amerika dan aliansi-aliansinya akan menjelaskan bahwa Amerika bersedia untuk menerima interdepedensi guna pertahanan kolektif wilayah Pasifik Barat.11

Pemerintahan Clinton secara jelas mengubah kebijakan Amerika masa pemerintahan Clinton pada strategis pertimbangn yang menempatkan perdagangan sebagai fokus dalam hubungan luar negerinya dengan negara-negara Asia Pasifik, terutama Taiwan . Hubugan ekonomi Amerika-Taiwan mencapai lebih kurang 30 persen dari seluruh total perdagangan luar negeri Amerika. Hubungan antara kedua negara ini digambarkkan sebagai ”Mutual Depedency di mana interdepedensi kedua negara berlangsung secara lebih intensif Pasca Perang Dingin. Adanya kerjasama ekonomi dan perdagangan yang erat antara Amerika-Taiwan dikarenakan Kedua Negara mempunyai kepentingan yang sama, sehingga hubungan ini mempererat aliansi Amerika-Taiwan.

Pada bulan Juni 1994 Taiwan dan Amerika menandatangani kontrak Sewa senilai 2 Milliar dollar Taiwan (75,2 juta US dollar) untuk masing-masing frigat anti kapal selam dalam armada laut setiap tahunnya. Kapal perang baru itu di beri nama Lan Yang, Hai Yang dan Hui Yang membuat jumlah frigat yang disewa Taiwan dari Amerika menjadi enam buah12. Tiga buah sebelumnya telah di terima pada bulan oktober 1993. Ketiga Frigat tersebut, dilengkapi dengan peralatan canggih senjata anti kapal selam. Alat ini mampu berfungsi dengan baik untuk menditeksi semua jenis kapal selam.

Taiwan pada tahun 1992 menyetujui membeli 150 pesawat tempur F-16 senilai 6 Milliar dollar AS. Dalam 1992 juga, Prancis memperkenankan penjualan 60 pesawat tempur Mirage 2000-5 kepada Taipeh senilai 3,8 milyar dollar.13 Selain itu Taiwan juga sedang mengembangkan pesawat tempur buatan sendiri IDF (Indegenous Defence Fighter), dan hasil pertamanya mulai dioperasikan pada akhir 1994. Pada akhir tahun 1998 direncanakan 130 pesawat tempur IDF Super-Cobra dan Helicopter pemandu OH-58D Kiewa.

___________________________

11 Ibid., h. 196-197

12 Kompas, 6 Oktober, 1995.

13 Kompas, 8 Desember, 1995.

Pentagon juga mengumumkan kesempatan dengan Taiwan untuk menjual perlengkapan Intelegence Electronic Warfare (IEW) bernilai 64 juta US dollar. Pada tanggal 8 Juni 1999 Taiwan sedang mengembangkan pesawat tempur generasi ketiga untuk menigkatkan pertahanan udaranya dari ancaman RRC.14 Proyek itu dilaksanakan lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Chungshan, yang mengembangkan rudal dan senjata lain Taiwan. Pengembangan pesawat tempur generasi ketiga teknologi tinggi itu adalah untuk menghadapi ancaman oleh jet-jet tempur SU-24, SU-27 dan SU-31 milik RRC.

Taiwan mengembangkan Pesawat Tempur Pertahanan Pribumi (IDF- Indegious Defence Fighter) pada tahun 1988 dan memesan 150 jet tempur F- 16 Amerika dan 60 pesawat Mirage 2000-5 Perancis pada 1992.15 IDF, yang di buat dengan teknologi Amerika, merupakan pesawat yang terbang rendah. Mirage 200-5 dan F-16 adalah pesawat penyergap yang terbang tinggi dan sedang. Taiwan ingin membentuk armada pesawat generasi kedua – 130 buah IDF, 150 F-16 dan 60 Mirage 2000-5 – unuk menggantika pesawat-peaswat tua F-104 dan F-5E karena tingkat kecelakaan yang tinggi.

2. Faktor Eksternal Yang memperkuat Aliansi Amerika-Taiwan

a. Potensi Ancaman RRC

Faktor eksternal yang mempengaruhi terbentuknya aliansi Amerika-Taiwan adalah potensi ancaman RRC. Hal ini disebabkan karena RRC memiliki potensi militer dengan kepemilikan senjata nuklir dan RRC merupakan kekuatan militer terbesar ketiga di dunia setelah Amerika dan Rusia. Anggaran belanja militer RRC terus meningkat pada tahun 1991 anggaran belanja militer RRC sebesar 6,2 milyar US dollar. Pada tahun 1992 meningkat menjadi 6.8 milyar US dollar dan pada tahun 1993 menjadi 7,3 milyar US dollar. RRC mengalokasikan dana sebesar 5 persen dari anggaran belanja militernya untuk pengembangan senjata nuklir. RRC terus memproduksi tiga system rudal nuklir antar benua tipe CSS-4, rudal nuklir jarak menengah (IRMB) tipe CSS-3 dan rudal nuklir peluncur dari laut (SLMB) tipe CSS-NX-3, masing-masing dengan jumlah kekuatan sebanyak 8 buah utuk ICMB, 60 buah untuk IRMB dan 12 buh untuk SLMB. Potensi dan kemampuan militer RRC yang menyebabkan aliansi Amerika-Taiwan.

Terjadinya aliansi Amerika – Taiwan juga dipengaruhi oleh potensi konflik di Asia Timur, termasuk masalah di semenanjug korea dan konflik di perairan Laut Cina Selatan. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir dilaporkan lusinan insiden yang melibatkan pertentangan-pertentangan antara negara-negara Asia dengan penggunaan senjata atau sengketa perairan di Laut Cina Selatan.

_________________________

14 Kompas, 9 Maret, 1999

15 Kompas, 10 Maret, 1999

Konflik laut Cina Selatan muncul sebagai potensi konflik regional akibat tumpang tindih pengklaiman kepulauan Spartly yang memiliki potensi cadangan minyak bumi oleh RRC, Vietnam, Taiwan, Filipina, Brunei dan Malaysia. Saling klaim atas kepulauan Spartly ini mulai cenderung ke arah suatu konflik terbuka. Hal ini terjadi karena itikad RRC yang sudah meningkatkan semua kekuatan lautnya, terutama yang ditempatkan dikepulauan Spartly. Spartly yang disebut RRC sebagai ’Nansa’ dan oleh vietnam di sebut sebagai pulau ’Trung Sa’, merupakan bkelompok pulau kecil dengan lokasi 280 mil dari timur teluk Cam Ranh. RRC , Taiwan, Vietnam mengkalim seluruh kepulauan ini, sedangkan Filipina dan Malaysia mengklaim sebagian kecil di sektor selatan.

Negara-negara di Asia melihat adanya Vacum of Power akibat runtuhya Soviet dan penarikan mundur pasukan Amerika dari Subic (Filipina) sebagai dimulainya ekspansi RRC. Sedangkan Amerika menekankan pentingnya stabilitas dan perdamaian di kawasan laut Cina Selatan. Kegagalan Amerika dalam tindakan seperti Agresi yang dilakukan RRC akan menimbulkan persepsi bahwa Amerika tidak mau terlibat dalam masalah konfrontasi di kawasan Asia. Walaupun demikian, Amerika tetap memiliki kepentingan di kawasan laut Cina Selatan akan menggangu stabilitas kawasan dimana terdapat pola perdagangan regional dan sumber investasi yang dinamis dan terutama juga mengancam kepentingan ekonomi Amerika. Kebijakan Amerika terhadap laut Cina Selatan juga diarahkan untuk mencegah konflik dengan RRC serta antara RRC dengan negara-negara lain, termasuk Taiwan.

RRC terus mengadakan latihan perang berskala besar di sepanjang pantai selatannya akhir tahun 1994, Taiwan memberikan reaksi dengan meningkatkan latihan juga.

Sejak 17 Januari 1995, militer RRC melakukan serangkaian latihan perang, termasuk latihan dengan sandi Yun Hai Operation No. 11 di sepanjang pantai Penghu, Lien Hsing Operation No. 71 di selatan Pingtung dan latihan tank dan artileri lsinnys. Latihan mencakup udara, darat dan laut yang menambahkan satu kali latihan menyebabkan kebakaran hutan dan merusak pemakaman di Penghu.

RRC bukan hanya ancaman bagi Taiwan tetapi juga bagi Amerika, dan membuat aliansi kedua negara itu semakin erat adalah Amerika menuduh Cina telah memperoleh informasi rahasia berkenaan dengan teknologi nuklir Amerika melalui sebuah transaksi di Laboratorium Nasional Los Alomos di New Mexico. Informasi rahasia itu telah membantu RRC dalam mengembangkan prototipe bagi miniatur bom nuklir.

Tuduhan itu didasarkan pada tahun 1995, para pakar Amerika mulai menganalisa hasil tes nuklir Cina yang menunjukkan adanya persamaan antara teknologi persenjataan nuklir Cina dengan miniatur hulu ledak Amerika yaitu W-88.

Dilaporkan juga bahwa sampai pertengahan 1990-an desain senjata nuklir RRC sekitar satu generasi di belakang Amerika selepas periode itu, uji coba bom nuklir RRC mulai menunjukkan kemiripan hulu ledak nuklir Amerika yang paling mutakhir.

Indikasi bahwa RRC mencuri nuklir Amerika muncul dalam laporan panel House of Representatif yang menyelidiki alih teknologi ke RRC. Laporan yang diterima pada tanggal 1 Januari 1999 setebal 700 halaman itu lebih poular dengan nama Cox Report (Dokumen Cox). House of Representatives atau DPR Amerika pimpinan Chistoper Cox (Republik) yang menyelidiki dugaan pencuriaan rahasia senjata Amerika oleh RRC, membutuhkan waktu 11 bulan untuk sampai pada kesimpulan tersebut.

Tim penyelidik melaporkan bahwa RRC (PRC) telah mencuri informasi rahasia tentang seluruh hulu ledak yang saat ini dipasang di gudang-gudang peluru kendali penjelajah Amerika. Salah satu rahasia yang berhasil di curi adalah hulu ledak thermonuclear – senjata nuklir yang paling canggih yang pernahn di buat AS, termasuk W-88. tak Cuma itu, pencurian ini meliputi rahasia bom neutron yang belum pernah diproduksi oleh Negara manapun di dunia, kode rahasia nuklir khusus, hingga informasi persenjataan ruang angkasa dengan teknologi yang bisa digunakan untuk menyerang satelit dan kapal selam Amerika.

Laporan Cox merupakan puncak ketegangan Amerika- RRC sepanjang tahun 1999. sebelumnya RRC mengencam laporan tahunan Departemen Luar Negeri tentang pelaksanaan hak-hak asasi manusia (HAM) diseluruh dunia. Laporan ini antara lain menyoroti pelaksanaan HAM di RRC yang dinilai masih perlu diperbaiki.

E. KESIMPULAN

Perubahan sikap Amerika terhadap Taiwan didasari atas pertimbangan-pertimbangan kepentingan ekonomi, politik dan keamanan. Walaupun Amerika tidak harus selalu mendukung seluruh posisi Taiwan secara total di lingkup internasional. Amerika harus melakukan apa yang menjadi kepentingan Amerika tanpa harus melepas pengakuan terhadap RRC.

Kondisi instabilitas regional di kawasan Asia Timur-Pasifik Pasca Perang Dingin, memaksa Amerika harus mampu berperan sebagai pengimbang antara kekuatan-kekuatan yang beramsbisi mendominasi kawasan serta stabilisator atas berkecambuknya konflik-konflik regional. Hal ini terlihat dari kecenderungan peningkatan militer RRC serta pertikaian di Semenanjung Korea. Itulah faktor eksternal yang membuat Amerika melakukan aliansi dengan Taiwan.

Jadi bila kita lihat dari uraian di atas bahwa aliansi Amerika Serikat-Taiwan itu saling tergantung pada kedua pihak, walaupun keamanan Taiwan sangat tergatung pada perlindungan Amerika, akan tetapi semua kepentingan Amerika Serikat di wakili oleh Taiwan.

DAFTAR PUSTAKA

1.Buku

Holsti,K.J. Politik Internasional : Kerangka Untuk Analisa 1 (Terj. ), Jakarta, Erlangga, 1987.

King- Yuh Chang, ROC – US Relation Under The Taiwan Relation Act : Practice & Prospect, Taipeh : Institute of Internasional Relation, 1988.

Michael C. P Chang, U.S. Policy Toward Taiwan, Harvad University, 2001.

Morrow, James D., Alliances And Assymetry : An Alternative to The Capability Aggretion Model of Alliances, NY, 1989.

Tierney, John, Jr. ed. About Face to China, NY : John Wiley & Sons, Inc. 1971

2. Kamus

Jack C. Plano & Roy Olton, Kamus Hubungan Internasional, terjemahan Wawan Juanda (Bandung : Putra Abardin, 1991)

3. Koran

Sinar harapan, 30 September 1983

Kompas, 6 Oktober 1995

Kompas, 8 Desember 1995

Kompas, 18 Desember 1995

Kompas, 9 Maret 1999

Kompas, 10 Maret 1999

Kompas, 21 Maret 1999

4 Komentar

Filed under kajian Asia Timur

4 responses to “ALIANSI AMERIKA SERIKAT-TAIWAN MASA PEMERINTAHAN CLINTON

  1. Rahimah binti Muhammad Nor

    Adakah masalah hubungan China- Taiwan dapat diselesaikan dengan secepat mungkin?

    • M. Karno

      Masalah RRC-Taiwan tidak mungkin diselesaikan dengan cepat, karena RRC menginginkan unifikasi dan sedangkan Taiwan menginginkan kemerdekaan. Di tambah aliansi AS-Taiwan memperunyam konflik RRC-Taiwan. Hal ini menyebabkan security dillema di kawasan asia Timur yang menyebabkan arms race antara RRC-Taiwan. Hub politik yang buruk antara kedua negara itu tidak mempengaruhi hubungan ekonomi antara RRC-Taiwan, AS juga mempunyai hub ekonomi terus meningkat setiap tahunnya dengan kedua negara itu, oleh sebab itu keamanan di kawasan itu penting bagi AS. Hal ini mungkin salah satu yang membuat RRC tidak menyerang Taiwan secara militer, selain aliansi AS-Taiwan. Kalo anda ingin lebih jelas baca buku mengenai hubungan Triangle AS-RRC-Taiwan.

  2. Pratiwi

    Hmm, ada pendapat mengenai perbandingan politik luar negeri AS dan USSR terhadap krisis selat Taiwan 1958, saya kekurangan data nih. Thx. GBU

    • M. Karno

      Menurut saya bila kita bicara krisis selat Taiwan 1956 itu kan terjadi pada masa perang dingin antara AS dan USSR. Krisis selat Taiwan kan melibatkan konflik dua kubu yaitu RRC dan Taiwan, RRC dengan isu unifikasi sedangkan Taiwan dengan isu memisahkan diri (kemerdekaan). Taiwan merupakan sekutunya AS, sedangkan RRC mempunyai ideologi yang sama dengan USSR. Lihat sejarah masa lalu, RRC berpendapat bahwa tanpa adanya ikut campur tangan AS di selat Taiwan, Taiwan akan menjadi bagian dari RRC. Untuk melihat perbandingan PLN AS dan USSR bisa di liat dari ideologi antara kedua negara dan ideologi yg dianut RRC dan Taiwan. Aliansi AS di Asia Timur selain Taiwan ada juga korea selatan dan Jepang. Selain RRC negara komunis di asia Timur ada Korea Utara. Disini kita bisa liat peran PLN AS dan USSR yang saling memperkuat posisi mereka di kawasan ini yang dipengaruhi kepentingan nasional kedua negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s